SUARA INDONESIA

Berganti Nahkoda, Ratih Diah Pimpin APHI

Magang - 30 December 2023 | 21:12 - Dibaca 1.71k kali
Kesehatan Berganti Nahkoda, Ratih Diah Pimpin APHI
Segenap pengurus Aliansi Perjuangan Honorer Independen (APHI) masa Bhakti 2023-2024 ,(Foto: Agung/Suaraindonesia.co.id)

SUARA INDONESIA, JEMBER - Di ujung pergantian Tahun 2023, Aliansi Perjuangan Honorer Independen (APHI) berganti kepengurusan melalui rapat luar biasa.

Pergantian itu, dilaksanakan di Perumahan Griya Mangli, Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada Sabtu (30/12/2023) siang.

Ratih Diah Palupi, terpilih menjadi ketua umum setelah melalui proses pemilihan langsung, oleh 40 peserta yang mewakili Puskesmas se- Kabupaten Jember.

Hasil dari pemilihan itu, Ratih memperoleh dukungan suara 32. Sementara Dedy Hardiyanto honorer Puskesmas Sumbersari hanya mendapatkan 8 suara.

"Pemilihan ini, sudah sesuai dengan AD/ART. Yang hadir perwakilan puskesmas. Tidak ada setingan dan semua sepakat," kata Anas, salah seorang panitia kegiatan.

Anas menilai, hasil dari pemilihan itu disepakati oleh perwakilan puskesmas yang hadir.

"Semua sepakat, karena kita butuh berjuang. Semua sepakat, butuh peremajaan," katanya.

Sementara Ratih Diah, ketua terpilih mengaku bahwa amanah yang dipercayakan padanya adalah berat.

"Tetapi demi perjuangan dan dukungan teman-teman, bismillah," katanya.melanjutkan.

Perjuangan itu sendiri, dikatakan Ratih, tidak lepas dari ketua sebelumnya yang telah gigih berjuang hingga mendapat SK Bupati.

"Mas Rendra adalah peletak dasar dari pergerakan dan perjuangan ini, kami hanya tinggal melanjutkan. Alhamdulillah beliau sudah menjadi ASN," katanya.

Honorer bidan Puskesmas Sukowono ini juga membeberkan, ruh perjuangan APHI adalah perjuangan khusus untuk honorer.

"Kita ingin berjuang bersama. Sesuai namanya independen. Kami ingin independen tanpa intervensi dari pihak manapun," ucapnya.

Kendati begitu, perempuan lulusan Poltekes Malang ini mengaku tetap siap, bersinergi dengan pihak manapun.

"Termasuk dengan pemerintah, lintas organisasi dan masyarakat umum. Selama masih bisa menguntungkan, kita terbuka," harapnya.

Sebagai Aktivis Kesehatan dirinya melihat, selama ini tenaga kesehatan masih terkotak-kotak.

"Selama kita tidak kompak dan fanatik kelompok, susah untuk meraih tujuan. Melalui pengurus yang baru, mari kembali bersatu," pintanya.

Pihaknya berharap, tenaga kesehatan bisa bersatu lewat organisasi yang ia pimpin.

"Kita organisasi legal, berbadan hukum Kemenkumham. Jadi, tidak usah ragu untuk bergabung berjuang bersama kami," tutur Ratih.

Perlu diketahui, APHI ini adalah wadah perjuangan bagi honorer tenaga kesehatan.

Dimana sebelumnya, perjuangan mereka bernama Forum Honorer Tenaga Kesehatan (FHTK).

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Magang
Editor : Wildan Muklishah

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV