SUARA INDONESIA

Cegah Kebutaan, Pemkab Situbondo Lakukan Operasi Katarak kepada 1.500 Orang

Syamsuri - 02 July 2024 | 14:07 - Dibaca 1.38k kali
Kesehatan Cegah Kebutaan, Pemkab Situbondo Lakukan Operasi Katarak kepada 1.500 Orang
Bupati Situbondo Karna Suswandi saat memantau pasien yang akan melakukan operasi katarak di Gedung Serbaguna Baluran. (Foto: Syamsuri/Suaraindonesia.co.id)

SUARA INDONESIA, SITUBONDO - Pemerintah Kabupaten Situbondo menggelar bantuan sosial operasi katarak di Gedung Serba Guna Jl. PB Sudirman, Selasa (02/07/2024). Selain itu, juga ada pemberian kaca mata dan bola mata palsu, serta pemeriksaan mata secara gratis.

Kegiatan sosial ini menyasar 1.500 pasien. Baik anak-anak maupun orang dewasa. Acara berlangsung selama lima hari, mulai dari 2 hingga 7 Juli 2024.

Bupati Situbondo, Karna Suswandi mengatakan, kegiatan ini adalah sinergi antara John Fawcett Foundation (JFF) dengan Dinas Kesehatan Situbondo.

"Penderita katarak di Situbondo masih cukup banyak, karena selama pandemi kita tidak melakukan operasi katarak. Oleh karena itu, pada tahun 2024, selain hari ini kita juga akan melaksanakan kembali November 2024 dengan bekerjasama dengan JFF," ujarnya.

Pihaknya berharap, masyarakat yang mengalami katarak bisa memanfaatkan program ini dengan sebaik-baiknya, karena ini tidak dipungut biaya sepeser pun. Masyarakat cukup membawa KTP saja sudah bisa melakukan operasi.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Situbondo Shandy Hendrayono menambahkan, saat ini pihaknya sedang melakukan pendataan nama-nama warga yang sudah mendaftar dan punya keluhan mengenai kesehatan mata dari masing-masing puskesmas.

Menurut Shandy, jumlah penderita di Situbondo yang berpotensi katarak dan kebutaan sekitar 6.947 orang atau sekitar satu persen dari jumlah penduduk. Dan ibarat fenomena gunung es, yang terdata sebagai penderita katarak lebih sedikit, dibandingkan yang tidak terdata.

"Mengingat dokter spesialis mata di Situbondo ini terbatas, sehingga tidak mencukupi dan memungkinkan untuk bisa mengakomodasi semuanya. Sementara pasien yang tidak mampu dan yang mau operasi jumlahnya cukup banyak yaitu sekitar 6.947 orang. Oleh sebab itu, kita lakukan secara bergantian untuk mengikuti program bansos operasi katarak tersebut," ujarnya.

Dia menjelaskan, untuk tahun 2024 ini kita akan gelar dua kali. Yakni Juli sekarang ini dan November 2024 mendatang. "Ada 24 paramedis yang akan menangani operasi katarak. Termasuk yang menangani pasien yang ada di dalam bus khusus yang telah disediakan panitia," ujarnya.

Sementara itu, Projects Manager JFF Komang Wardhana menjelaskan, program bakti sosial yang bekerjasama dengan Pemkab Situbondo sudah berjalan sejak 2017 lalu. Dan sampai dengan tahun ini sudah delapan kali digelar.

"Untuk tahun 2024 ini kita akan melakukan dua kali kegiatan bakti sosial operasi katarak. Jadi totalnya itu sudah 8 kali kami bekerjasama," bebernya.

Kata Komang dalam kegiatan ini target untuk operasi katarak ini sebanyak 300 pasien yang akan dioperasi. “Bakti sosial ini juga menyasar anak usia sekolah. Namun karena saat ini masih libur, maka sementara waktu kami alihkan ke pondok pesantren untuk mencegah dan mengedukasi tentang kesehatan mata," pungkasnya. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Syamsuri
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV