SUARA INDONESIA, JEMBER - Aktivis kesehatan Kabupaten Jember, Dedy Hardiyanto menyebut bawa Bupati Jember Gus Fawait adalah kepala daerah yang pro terhadap tenaga kesehatan.
Dedy kembali mengulas, perjuangan honorer kesehatan bagaimana untuk bisa mendapatkan kuota banyak, salah satunya adalah peran Gus Fawait.
"Sebelum jadi Bupati Jember, Gus Fawait mendukung penuh perjuangan kami saat kami masih memakai bendera aliansi perjuangan honorer Independen. Gus Fawait pro nakes," beber Dedy dalam keterangannya, Jumat (10/05/2026).
Tidak hanya itu, sebagai pencetus usulan kepala Puskesmas tidak harus dari dokter kata Dedy ternyata dikabulkan.
"Hari ini, kepala Puskesmas di Jember sudah heterogen. Ada dari perawat dan ada yang berasal dari bidan. Artinya, Gus Fawait mendengarkan aspirasi bawahannya," ucapnya.
Tidak hanya itu, Gus Fawait tetap mempertahankan bagaimana honorer kesehatan tidak dirumahkan.
"Itu juga diperjuangan. Sampai hari ini, tidak satupun honorer kesehatan yang dirumahkan. Ini patut diapresiasi," papar Dedy.
Lebih jauh praktisi kesehatan ini juga menyinggung, bahwa kesejahteraan honorer juga mulai ada peningkatan.
"Japel, insentif penanggungjawab program dan karir sudah banyak yang jelas. Tidak rugi punya Bupati saat ini," sebutnya.
Namun begitu, Dedy menaruh harapan kepada Bupati Gus Fawait, agar tenaga kesehatan yang jauh dari tempat domisilinya untuk didekatkan agar tidak capek di tengah jalan.
"Saya rasa itu tidak sulit bagi Bupati. Karena, masih banyak nakes yang jauh berdinas dari rumahnya. Bahkan, ada yang sampai 70 kilometer pulang pergi. Ini yang bisa menjadi atensi," pintanya.
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Tamara Festiyanti |
| Editor | : Alfiana Putri |
Komentar & Reaksi