SUARA INDONESIA

Satu Lagi Puskesmas di Trengggalek Tutup Sementara, Kabid Yankes Paparkan Alasan Penutupan

Rudi Yuni - 19 July 2021 | 16:07
Peristiwa Daerah Satu Lagi Puskesmas di Trengggalek Tutup Sementara, Kabid Yankes Paparkan Alasan Penutupan

TRENGGALEK - Fasilitas kesehatan di Puskesmas Gandusari terpaksa menghentikan sementara layanan kesehatan di wilayahnya selama tiga hari kedepan. Hal itu atas pertimbangan akibat tenaga kesehatannya terkonfirmasi positif Covid-19.

Tidak hanya itu, sebelumnya Puskesmas Karangan, Karanganyar dan Suruh juga mengalami hal serupa. Sedangkan di Puskesmas Pandean hanya diberlakukan pembatasan penutupan hanya pada pelayanan UGD. 

"Hingga saat ini ada total lima puskesmas yang pernah mengalami penutupan sementara, namun ada beberapa yang hanya tutup pada pelayanan tertentu," kata dr. Moch. Rofiq Hidiono selaku Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkesdalduk Trengggalek, Senin (19/7/2021).

Disampaikan dr Rofiq alasan dari penutupan sementara itu karena pihaknya tidak ingin para tenaga kesehatan menyebarkan atau menulari pasien yang datang ke puskesmas.  

Prinsip jangan sampai menulari pasien, sehingga para tenaga kesehatan juga terus dilakukan screening salah satunya tes antigen hingga tes pcr untuk memantau kesehatan mereka.

"Tenaga kesehatan dengan hasil tes negatif boleh melayani, namun yang hasilnya positif tanpa gejala harus melakukan karantina," ungkapnya.

Dijelaskannya, upaya itu tidak akan meganggu pelayanan, karena penutupan sementara hanya dilakukan maksimal selama tiga hari. Dengan dilakukan upaya itu dapat diketahui berapa tenaga kesehatan yang menjalani karantina, penyembuhan dan yang bisa melakukan pelayanan.

Jadi tidak semua dilakukan penutupan total, ada sebagian puskesmas yang hanya dilakukan penutupan pada pelayanan UGD namun untuk pelayanan rawat jalan tetap dilaksanakan. 

"Dalam prosesntase jumlah, tidak aman jika dilakukan penutupan secara parsial, sehingga diambilah kebijakan tersebut," ucapnya.

Sedangkan untuk Puskesmas Karangan, Suruh dan Karangayar yang melakukan penutupan sementara diizinkan dengan alasan jarak dari RSUD dan fasilitas kesehatan lain seperti klinik tidak jauh. 

dr Rofiq juga mengatakan bahwa ketersediaan obat esensial, antivirus dan sport lainnya di Puskesmas dan RS Darurat masih bisa dikatakan terkendali. 

Bahkan produksi dan persiapan terkait obat memang tidak di rancang untk menghadapi kasus seperti saat ini. Jika mengacu ketersediaan standart cukup, memang oksigen sempat krisis, tp secra umum terpenuhi namun juga tidak bisa dikatakan aman.

"Memang ada fase kritis obat dan oksigen namun hanya beberapa jam saja, tapi setelah itu sudah bisa dilayani dan tidak sampai berhari-hari," terangnya.


 

Pewarta : Rudi Yuni
Editor : Nanang Habibi

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya