SUARA INDONESIA

Ratusan CJH Kloter Pertama Asal Tuban Diberangkatkan, 4 Tertunda

Irqam - 03 June 2022 | 10:06
Peristiwa Daerah Ratusan CJH Kloter Pertama Asal Tuban Diberangkatkan, 4 Tertunda

TUBAN - Ratusan calon jemaah haji (CJH) kloter pertama asal Kabupaten Tuban diberangkatkan dari Pendopo Krido Manunggal menuju Embarkasi Surabaya, pada Jumat (3/6/2022). 

Pada kloter pertama terdapat 450 CJH asal Kabupaten Tuban. Sisanya 143 CJH diberangkatkan pada kloter kedua dari total jumlah 593 CJH Kabupaten Tuban.

Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky mengatakan, pada kloter pertama ada 4 CJH Kabupaten Tuban harus tertunda keberangkatannya.

"Hari ini Pemkab Tuban telah memberangkatkan 450 calon jemaah haji kloter pertama. Informasinya tadi 4 jemaah haji tertunda keberangkatannya," kata Lindra sapaan akrabnya.

Lindra menjelaskan, 4 CJH yang tertunda keberangkatannya karena ada masalah administrasi, sakit setelah operasi dan positif Covid-19. 

"Yang tertunda salah satunya adalah Wakil Bupati karena soal administrasi, satu orang karena habis operasi, dan satu orang positif Covid-19 harus isolasi mandiri," jelasnya.

4 CJH yang tertunda, lanjut Lindra, akan diikutkan pemberangkatan pada kloter selanjutnya.

"Semuanya insyaallah berjalan dengan lancar. Yang penting semuanya insyallah bisa berangkat. Berangkatnya akan kita lihat apakah masuk kloter selanjutnya atau ada kebijakan lain," ungkapnya.

Sementara Kepala Kantor Kementerian Agama Tuban Ahmad Munir menjelaskan, CJH asal Kabupaten Tuban pada kloter pertama masuk asrama haji sekitar pukul 08.00 WIB.

"Menginap satu malam di asrama haji, besok pagi pukul 08.30 WIB terbang dari Bandara Internasional Juanda dan rencana masuk Madinah pukul 18.55 WIB," terang Munir.

Sedangkan untuk CJH asal Kabupaten Tuban kloter kedua akan diberangkatkan pada hari berangkat pada Sabtu (4/6/2022) pukul 08.30 WIB.

"CJH pulang kembali ke tanah air direncanakan tanggal 17 Juli baik untuk kloter 1 dan 2. Mohon para penjemput menjemput di Tuban saja," pungkasnya.

Pewarta : Irqam
Editor : Imam Hairon

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya