SUARA INDONESIA

Demo Tolak Harga BBM di Banyuwangi, Papan Nama DPRD Dirusak, Pagar Kantor Bupati Dirobohkan

Muhammad Nurul Yaqin - 16 September 2022 | 18:09
Peristiwa Daerah Demo Tolak Harga BBM di Banyuwangi, Papan Nama DPRD Dirusak, Pagar Kantor Bupati Dirobohkan

BANYUWANGI - Gelombang demo penolakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Banyuwangi, pada Jumat (16/9/2022) sore, berlangsung memanas.

Ratusan massa mahasiswa membakar ban, merusak papan nama DPRD Banyuwangi hingga merobohkan pagar kantor Bupati Banyuwangi.

Massa gabungan yang terdiri dari HMI, GMNI, IMM, dan forum BEM se-Banyuwangi itu, tiba di depan gedung DPRD Banyuwangi sekitar pukul 16.00 WIB.

Mereka langsung mencabut satu persatu papan nama DPRD Banyuwangi dan menggantinya dengan tulisan 'Mosi Tidak Percaya'. Menunjukkan bahwa mereka sudah tidak percaya lagi dengan dewan perwakilan rakyat.

"Nama DPRD sudah tidak ada, kita sudah tidak percaya lagi kepada dewan perwakilan rakyat daerah," teriak salah satu Korlap Aksi, Dana Wijaya.

Satu persatu demonstran bergiliran melakukan orasi, sembari ada yang membakar ban di tengah jalan. Mereka secara tegas tidak akan mundur sebelum harga BBM diturunkan.

Mereka merasa kecewa kepada DPRD Banyuwangi karena dirasa tidak bisa mengawal penolakan harga BBM yang dinilai makin mencekik leher rakyat itu.

Tak berselang lama menyampaikan orasi di depan gedung DPRD Banyuwangi, sekitar pukul 16.31 WIB ratusan massa bertolak ke kantor Bupati Banyuwangi.

Mereka melemparkan tomat ke halaman kantor Bupati Banyuwangi, hingga mencoba menerobos masuk ke dalam sambil meneriakkan nama Bupati.

Aparat kepolisian yang mengamankan jalannya aksi itu mencoba meredam emosi massa. Namun massa tidak dapat dielakkan, hingga akhirnya pagar itu roboh dan berhasil menduduki halaman kantor Bupati.

Ratusan massa ini kembali membakar ban di halaman gedung Bupati Banyuwangi. Sambil bergiliran berorasi. Mereka mendesak agar bupati ikut bersikap pada rakyat yang tertindas, imbas kenaikan BBM.

Menurut Koordinator Umum Aksi, Aris Rahmatullah, mereka merusak pagar, melempar tomat hingga merusak tulisan, sebagai bukti bahwa pihaknya tidak lagi percaya kepada DPRD dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.

"Ini sebagai bukti tidak kepercayaan kami dan kekecewaan kami. Karena selama ini hingga sekarang gerakan kami tidak ditemui oleh pimpinan DPRD dan Bupati Banyuwangi," cetusnya.

Usai menyampaikan aspirasinya, ratusan massa pun akhirnya perlahan membubarkan diri sekitar pukul 17.25 WIB. Sebelum itu, mereka berjanji akan kembali turun jalan dengan massa yang lebih besar, sampai ada itikad baik dari pemerintah untuk menurunkan harga BBM.

Pewarta : Muhammad Nurul Yaqin
Editor : Bahrullah

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV