SUARA INDONESIA

Soal Kasus Nota Berisi Tulisan Al-Qur'an di Bondowoso, Polisi Suruh Pemilik Toko Minta Maaf Jika Hanya Kealpaan

Bahrullah - 30 August 2023 | 20:08 - Dibaca 1.42k kali
Peristiwa Soal Kasus Nota Berisi Tulisan Al-Qur'an di Bondowoso, Polisi Suruh Pemilik Toko Minta Maaf Jika Hanya Kealpaan
Foto kolase potongan kertas Tulisan Al Qur'an Dijadikan Nota Transaksi Toko ATK di Bondowoso (Foto: Bahrullah/suaraindonesia.co.id)

BONDOWOSO, Suaraindonesia.co.id - Polres Bondowoso menegaskan bakal mengusut tuntas kasus potongan kertas berisi tulisan Al-Qur'an surat Al-Qiyamah yang dijadikan nota transaksi pembelian salah satu toko alat tulis kantor (ATK).

Kapolres Bondowoso AKBP Bimo Ariyanto mengatakan, saat ini pihak masih terus melakukan penyelidikan kasus yang sempat ramai di media sosial tersebut. Ia menyebutkan jika nanti hanya kealpaan, pemilik toko hanya disuruh meminta maaf.

“Saat ini kasus itu masih dalam tahap lidik, endingnya nanti apabila hanya kealpaan, nanti kita suruh minta maaf saja,” kata AKBP Bimo Ariyanto, Rabu (30/8/2023).

Lebih lanjut, Bimo—sapaanya mengaku, proses penyelidikan itu membutuhkan waktu, agar ditemukan unsurnya. Untuk itu masyarakat Bondowoso diimbau tetap tenang menunggu proses dan tidak memberikan reaksi yang menimbulkan konflik tidak diinginkan.

“Pasti kita akan usut tuntas semua, seperti Ketua MUI juga sudah membuat pernyataan, endingnya pasti seperti itu, kenapa kita tidak Up semua, karena sudah adem,” tegasnya.

Sementara itu, Faris Bachtiar Wakil Bendahara PC PMII Bondowoso mengungkapkan, sampai saat ini aktivis PMII terus memantau dan menunggu hasil penanganan kasus yang dianggap sebagai dugaan penistaan agama.

"Kasus tersebut hingga saat ini sudah menjadi sorotan publik. Maka, seharusnya Polres Bondowoso segera mengusut tuntas permasalahan ini," jelasnya.

Dia menyatakan bahwa PMII Bondowoso akan mengawal kasus tersebut hingga selesai.

Tak hanya itu, dia juga meminta kepada siapa pun yang terbukti melakukan tindakan tersebut dengan sengaja, untuk memberikan klarifikasi kepada masyarakat.

"Kami juga meminta kepada oknum yang diduga melakukan penistaan agama untuk memberikan klarifikasi kepada masyarakat," ujarnya.

Di lain pihak, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bondowoso As'ari Fasya meminta kepada Polres Bondowoso untuk mengusut tuntas kasus itu.

"Kami MUI Bondowoso percaya dan sepenuhnya memasrahkan permasalahan ini kepada Polres Bondowoso," ucapnya.

Dia juga meminta kepada masyarakat Bondowoso untuk tidak terpancing emosi agar tidak terjadi gejolak.

Mantan Ketua Rois Syuriah PCNU Bondowoso itu juga agar masyarakat tidak perlu terpengaruh dengan berbagai opini yang berbau propaganda.

"Kami imbau jangan sampai terjadi gejolak yang menimbulkan konflik di antara masyarakat Bondowoso," pungkasnya.

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Bahrullah
Editor : Irqam

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV