SUARA INDONESIA, SUMENEP - Capaian gemilang kembali ditorehkan RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep. Setelah resmi menyandang status sebagai Rumah Sakit Umum Tipe B, fasilitas kesehatan milik pemerintah daerah itu kini meraih Akreditasi Paripurna Bintang Lima predikat tertinggi dalam standar mutu pelayanan rumah sakit di Indonesia.
Keberhasilan tersebut, tak lepas dari upaya besar rumah sakit dalam melakukan digitalisasi layanan secara menyeluruh, mulai dari administrasi, farmasi, hingga rekam medis pasien. Melalui sistem digital terpadu, RSUD Sumenep kini mampu memberikan pelayanan yang lebih cepat, efisien, dan terukur.
Direktur RSUD Sumenep, dr. Erliyati, menyebut digitalisasi menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas layanan sekaligus menumbuhkan kepercayaan publik terhadap rumah sakit daerah.
“Digitalisasi membawa perubahan besar. Pasien kini lebih mudah mendaftar, antre lebih tertib, dan data medis mereka tersimpan aman. Semua demi mutu layanan yang prima,” ujarnya, Sabtu (3/1/2026).
Salah satu implementasi utama dari transformasi tersebut adalah penerapan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) yang menghubungkan semua unit pelayanan mulai dari pendaftaran, klinik, laboratorium, hingga farmasi. Setiap data pasien kini tercatat otomatis, mempercepat pemeriksaan dan meminimalkan risiko kesalahan input manual.
Selain itu, penggunaan Rekam Medis Elektronik (RME) berbasis Meditrack juga menjadi tonggak penting. Sistem ini telah terintegrasi dengan platform nasional “Satu Sehat” milik Kemenkes RI, memungkinkan pertukaran data medis pasien secara real time antar fasilitas kesehatan.
Menurut Erliyati, integrasi digital ini tidak hanya memudahkan tenaga medis, tetapi juga memperkuat koordinasi dalam penanganan kasus-kasus medis kompleks.
“Kami kini lebih siap menangani kasus berat tanpa harus selalu merujuk keluar daerah. Semua data pasien terhubung dan bisa dipantau secara digital,” katanya.
Status baru sebagai Rumah Sakit Tipe B mempertegas posisi RSUD Sumenep sebagai rumah sakit rujukan utama di Madura bagian timur. Ke depan, pihak manajemen menargetkan untuk mengembangkan lebih banyak layanan subspesialis dengan dukungan teknologi digital mutakhir.
“Capaian ini adalah langkah awal menuju rumah sakit masa depan yang terhubung dan berorientasi pada keselamatan pasien,” pungkasnya. (*)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Wildan Mukhlishah Sy |
| Editor | : Mahrus Sholih |
Komentar & Reaksi