SUARA INDONESIA

Korban Investasi Bodong KSP-SHM Akan Berunjukrasa di Hadapan Jokowi

Mohamad Alawi - 03 November 2022 | 09:11 - Dibaca 1.70k kali
Peristiwa Daerah Korban Investasi Bodong KSP-SHM Akan Berunjukrasa di Hadapan Jokowi
Direktur LBH Brawijaya Trowulan Saiful Yudah, SH. MH, Kamis (3/11/2022).

Mojokerto - Korban investasi bodong Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Sumber Hidup Mandiri (SHM) yang beralamat Plososari-Pandangan Dusun Kertoharjo,RT.002, RW.006, Desa Kintelan, Kecamatan Puri Kabupaten Mojokerto akan menggelar unjukrasa, Jumat (4/11/2022).

Salah satunya adalah Misri Diana. Melalui Penasehat Hukumnya (PH) Saiful Yudah, SH. MH. Mengatakan bahwa Klientnya mempunyai simpanan berjangka dengan No SB:158, jangka waktu 3 bulan, Periode; 03 April - 03 Juli 2015. 

"Suku bungga tidak disebutkan, dan Perpanjangan Otomatis. Sekarang menurut klien kami sebesar Rp.250.000.000," ungkap Direktur LBH Brawijaya Trowulan kepada media ini, Kamis(3/11/2022). 

Lebih lanjut menurutnya, pihaknya akan menuntut pihak KSP-SHM untuk segera merealisasikan tanggung jawabnya sebagai penyedia jasa keuangan. 

"Kami menuntut, agar klien kami segera di realisasikan," tegasnya. 

Diakuinya, puluhan korban akan menggelar aksi unjuk rasa hari Jumat (4/11/2022). Hal itu juga bertepatan dengan kunjungan kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Mojokerto. 

"Kami akan menggelar aksi pada hari Jumat, sekaligus menyampaikan keluhan kami kepada presiden RI," ujarnya. 

Menurut rencana, massa aksi berkumpul di LBH Brawijaya Raya Pendopo Agung Trowulan menuju Kantor Koperasi Simpan Pinjam ”SHM” Sumber Hidup Mandiri yang beralamat di Plososari-Pandangan Dusun Kertoharjo,RT.002, RW.006, Desa Kintelan, Kecamatan Puri Kabupaten Mojokerto.

Selanjutnya, massa aksi menggeruduk Kantor Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Mojokerto.

Dalam aksinya nanti, anggota koperasi menuntut hak simpanan berjangka debitur (anggota) koperasi yang tidak diakui oleh pihak pengurus KSP SHM.

"Patut diduga, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro kenapa tidak melaksanakan fungsi kontrol dan pola pembinaan,sehingga permasalahan yang timbul selama 7 tahun tidak dapat diketahui oleh Dinas terkait," ungkap LBH Brawijaya Saiful Hudah, SH. MH selaku penasehat hukum (PH) korban, Kamis (3/11/2022). 

Selain itu, massa aksi menuntut perhatian Bupati Mojokerto ada praktek-praktek KSP-KSP yang meresahkan. "Kami juga akan mendatangi dan menyampaikan aspirasi kami kepada bapak Presiden Jokowi," imbuhnya. 

Saat ini LBH Brawijaya, sedang menyiapkan 1 truck untuk sounsystem dan 2 unit bis mini. 

"InsyaAllah ada 50 orang yang nanti ikut unjukrasa,"'tandasnya.

 

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Mohamad Alawi
Editor : Imam Hairon

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV