SUARA INDONESIA, SURABAYA - Pansus Raperda Hunian Layak DPRD Kota Surabaya berkunjung ke Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman di Jakarta.
Ketua Pansus Raperda Hunian Layak DPRD Surabaya, Muhammad Saifuddin mengaku pertemuan itu demi melahirkan kebijakan terkait hunian yang layak bagi masyarakat Surabaya.
Dari pembahasan bersama Direktur Penyediaan Lahan Permukiman menghasilkan catatan bahwa tidak ada alokasi anggaran 2025 untuk pembangunan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) atau rumah vertikal.
"Tahun 2025 Kementerian PUPR bahkan tidak punya anggaran untuk bangun satu rusun pun. Lalu kita mau tunggu siapa?" ujar pria yang akrab disapa Bang Udin itu, Rabu (4/6/2025).
Sebagai langkah antisipasi tekanan urbanisasi dan pertumbuhan penduduk di Kota Surabaya, pembangunan hunian layak dan terjangkau sangat dibutuhkan.
"Kalau kita hanya mengandalkan APBN, kita tidak akan pernah bisa mengejar kebutuhan hunian layak di Surabaya," terang Udin.
Adanya diskusi bersama kementerian ini, menurut Udin harus bisa melahirkan solusi dengan memunculkan terobosan alternatif pembiayaan non APBD.
"Kementerian pada prinsipnya akan mendukung apabila diperlukan, sebab ini bagian dari program besar pemerintah pusat dalam mewujudkan program tiga juta rumah untuk rakyat Indonesia," jelasnya.
Ia mengatakan, kementerian memberikan opsi pemanfaatan lahan (aset) milik pemerintah daerah untuk dibangun layak, dan hal itu perlu kerja sama pihak swasta dalam proses pembangunannya.
"Namun pelaksanaan kerja sama tersebut tetap harus dikoordinasikan dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) guna memastikan legalitas dan tata kelola lahan yang sesuai ketentuan," tukasnya.
Untuk saat ini, ia menilai banyak tanah aset milik Pemkot Surabaya yang mangkrak tak produktif bisa dimanfaatkan sebagai lahan pembangunan rusun.
"Kalau lahan-lahan tidur milik Pemkot dimanfaatkan maksimal, dibangun rusun vertikal untuk MBR, didata dengan partisipasi warga, maka Surabaya bisa jadi pionir nasional dalam reformasi hunian rakyat," tutupnya. (*)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Lukman Hadi |
| Editor | : Mahrus Sholih |
Komentar & Reaksi